Sabtu, 11 Februari 2012

Maulid Nabi di Pulau Dewata

Telur, Pawai/arakan, Hadrah. 
Tiga hal diatas identik dengan peringatan Maulid Nabi di Kabupaten Buleleng ini, khususnya di daerah kampung2 muslim. Di dusun sya tinggal, peringatan maulid nabi ini berlangsung meriah seperti halnya Hari Raya Idul Fitri. Beberapa hari menjelang peringatan, terasa kesibukan warga, mulai dari kerja bakti bersih2 areal umum di dusun(masjid, jalan , dll) dan kesibukan menghias telur;). Sya sendiri belum tahu pasti asal muasal tradisi telur pada saat maulid nabi. Sya dan teman2 meniatkan sebagai bentuk rasa syukur dan upaya belajar "bersedekah". 
Ada satu hal yang menjadi pertanyaan bagi sya. Kemeriahan maulid nabi ini sudahkah menjadi salah satu momentum perubahan untuk menuju umat Islam yang Khairu ummah??? Pada faktanya masih banyak PR yang harus diselesaikan kaum muslim.
Makna Maulid nabi yaitu menjadikan Nabi Muhammad sebagai Uswatun Hasanah. Dimana ini  berarti  kita menjadikan ajaran yang dibawa Nabi (Al Quran dan Sunnah) sebagai pedoman hidup.   Dalam kehidupan yang mengarah pada liberalisasi dan kapitalisasi yang kompleks, menerapkan apa yang dicontohkan Beliau yaitu Al Quran dan Sunnah membuat kita lebih tegas menjalani hidup ini karena standarnya jelas dan baku.;)


;)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih untuk jejaknya.. ^___^