Jumat, 30 Maret 2012

Ketika Orang tua melupakan kewajibannya..

Dalam beberapa minggu ini aksi demo tolak kenaikan harga BBM berlangsung di berbagai tempat. tak terkecuali di kota Singaraja ini(sya ga liat langsung jadi ga bisa kasih bukti fotonya). BBM itu salah satu komponen kebutuhan pokok bagi rakyat Indonesia. Maka selayaknya lah pemerintah menyediakannya. Pemerintah bisa disebut sebagai orang tua bagi anak-anaknya yaitu rakyat Indonesia. So, wajib donk hukumnya pemerintah(baca: orang tua) memenuhi kebutuhan pokok dengan baik. 

Selama ini kita diarahkan ke persepsi yang keliru dengan menyebut (pembiayaan) BBM itu dengan kata "subsidi". Menurut wikipedia subsidi (juga disebut subvensi) adalah bentuk bantuan keuangan yang dibayarkan kepada suatu bisnis atau sektor ekonomi. Padahal yang namanya kebutuhan pokok itu harusnya wajib dipenuhi maka penyebutan pembiayaan nya pun lebih tepat "belanja barang wajib". Salah kaprah kan!. 

Dengan menempatkan pembiayaan BBM sebagai belanja barang wajib sesuai dengan kewajiban orang tua ke anak, maka kenaikan harga BBM bukan hal yang dilakukan orang tua a.k.a pemerintah saat terjadi defisit anggaran! Yang harusnya dilakukan adalah penghematan untuk kebutuhan yang sekunder dan tersier. Seperti kita ketahui, harusnya anggaran untuk perjalanan dinas para pejabat, anggaran pembuatan undang-undang yang tak pro rakyat, anggaran untuk bayar hutang yang bisa di moratorium YANG HARUS DIPANGKAS!.  


1 komentar:

Terima Kasih untuk jejaknya.. ^___^