Jumat, 09 Maret 2012

kritis yes, nyinyir no!

Dalam dunia kerja yang namanya  "kebijakan pimpinan" wajar adanya diluar keberadaan SOP yang wajib. "Kebijakan pimpinan" baik level supervisor sampai dengan tingkat CEO tentunya sedikit banyak dilandasi pemikiran/mindset pribadi pimpinan tersebut. Udah jamak lah ya sahabat blogger mengetahuinya. Sedikit yang ingin sya share disini, bagaimana menyingkapi kebijakan itu.  Kebijakan yang membawa dampak pada perubahan tatanan kerja ataupun cara kerja sedikit banyak pasti menimbulkan resistensi. Besar kecilnya resistensi terkadang dipengaruhi faktor terbesar bagaimana pandangan kita terhdap pemimpin tersebut.
Pengalaman sya sendiri sulit membiasakan berfikir positif dan obyektif untuk kebijakan baru  jika pimpinan tersebut secara pribadi bukan termasuk pribadi yang kita respek terhadapnya(baca: punya prinsip kerja diluar norma, belum mampu menunjukkan keteladanan, dll). 
Back to judul nih, kritis terhadap sebuah kebijakan itu harus!. Kritis buat sya artinya melihat dengan obyektif hanya pada kebijakannya dan latar belakang yang mendasari kebijakan tersebut, bukan siapa yang mengeluarkan, selanjutnya jika kebijakan itu punya sisi negatif itulah yang kita sampaikan kritik(bukan kritik : wah si pimpinan aja kagak bisa koq). Mengkritisi sisi negatif pimpinan itu punya ranah tersediri bukan pada kebijakannya yah. Merupakan proses pembelajaran buat sya pribadi utuk bisa berfikir obyektif, lingkungan setempat (teman2 kantor) punya andil yang besar lho dalam proses kita berusaha obyektif. Saat kita temui rekan kerja kita lebih banyak menyampaikan sisi subyektif dari kebijakan itu (baca : nyinyir pada orang yang mengeluarkan kebijakan) lebih baik hindari mengikuti pembicaraan seperti ini, karena dampaknya baik jangka pendek dan panjang ga baik klo kita tak mampu menetralisir keadaan. Yang gampang hindari rumor dan gosip pribadi ;). Sekedar mendengarkan kayaknya tidak berpengaruh, padahal dari mendengar itu otak kita akan menyimpan nya sebagai informasi, semakin banyak infromasi pribadi bisa mendajikan ke-objektifan kita menjadi bias. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih untuk jejaknya.. ^___^