Minggu, 15 April 2012

The Heart Speaks

Tadi pagi baca berita tentang meninggalnya pemain sepakbola dari tim Udinese yang sedang dipinjamkan ke klub yg bermain di kasta kedua di Itali. Masih muda usianya 25 tahun. Pemain tersebut terkena serangan jantung. Trus berlanjut deh obrolan tentang penyakit jantung yang banyak diderita oleh para pemain sepakbola.

pic diambil dari sini
Salah satu buku baru sya baca berjudul postingan ini, kisah nyata dari dokter spesialis jantung Mimi Guarneri, M.D. Buku ini terbitan Serambi, bukan termasuk best seller namun review di cover belakang buku ini begitu menggoda. Alhamdulillah dapat murah pula karena termasuk buku yang promo di togamas singaraja hanya tujuh ribu rupiah :D.. 

Back to the book, dokter Mimi ini imigran Italia yang sudah mukim di amerika sejak zaman neneknya masih muda. Buku ini menceritakan keseharian dokter Mimi dengan pasien-pasiennya. Perjalanan dokter Mimi untuk memahami dan me-redefinisi jantung dan pengobatan yang tepat. Ke-galauannya tentang kecanggihan ilmu kedokteran Barat dan penemuan2 baru pengobatan alternatif dari Timur. Semua dituturkan dengan lancar dan mengalir seenak membaca novel, sekalipun istilah-istilah kedokteran muncul disana sini. Selamat untuk para penerjemah sukses membawa "feel" dari dokter Mimi. 
Bab demi bab, pendewasaan sebagai profesional kardiolog dipaparkan dengan apik. Salah dialog yang mengena banget buat sya adalah
Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan pada kalian sebelum saya pulang hari ini, sebuah pelajaran yang tak kalian pelajari di sekolah kedokteran. Jika kalian membiarkan pasien berbicara dan medengarkan kisahnya, dan kalian sungguh-sungguh mendengarkan, mereka akan memberi tahu diagnosisnya pada kalian. Tetapi jika kalian terus menyela hingga mereka enggan menyampaikan kisahnya, kalian terpaksa akan terus menyuruh mereka menjalani tes-tes dan uji lab dan kalian kan melewatkan jawaban yang sesungguhnya, tepat di depan mata kalian.
Dialog diatas diucapkan oleh seorang dokter tua di RS Cornell tempat dokter Mimi magang.  Kata kunci nya : "mendengarkan".  Dan itulah yang dilakukan oleh dokter Mimi kepada pasiennya walopun setelah melalui proses penyadaran cukup lama. Karena mendengarkan itu pula salah seorang pasien yang mengalami kelumpuhan setelah operasi(kayaknya tergolong malpraktek deh) bisa terselamatkan dari diagnosa yang keliru.  

Menurut pengalaman pribadi cukup sulit menemui dokter spesialis yang benar-benar mau mendengarkan pasiennya. Di bab-bab akhir buku ini, diceritakan pula bagaimana tekanan alias stress karena pekerjaan, patah hati, kehilangan, dll punya efek signifikan terhadap kesehatan jantung kita. So, salah satu hal yang sya dapatkan dari buku ini "mau sehat jantung, maka sehatkan fikiran kita dalam memanage stress";)

Seneng banget baca buku ini, karena bisa memahami kondisi sahabat baik sya yang punya penyakit "gangguan ritme jantung". Alhamdulillah dengan semangat yang sangaat luar biasa dan pengelolaan management stress yang baik, beliau mencapai prestasi2 luar biasa di berbagai perannya. Salah satunya mengantarkan anak keduanya menjadi Peringkat kedua Olimpiade Fisika Nasional tingkat SD. 

Listen to your heart... 

1 komentar:

  1. salam kenal juga mbak. aku setuju dgn yg beliau katakan. harus mau mendengarkan

    BalasHapus

Terima Kasih untuk jejaknya.. ^___^