Rabu, 18 April 2012

Penyebab kesenjangan antara Si Sukses dan Pecundang??

Morning all..
Pagi ini pengen bisa posting sesuatu.. So, sya share tentang kajian mingguan yang sya ikuti ya.. Kali ini temanya "Pengembangan diri". Judul diatas adalah pertanyaan pertama yang diajukan oleh narasumber di awal perjumpaan.  Menurut sahabat apa??  eng..ing..eng.. apa ya.. waktu itu sya jawab beda motivasi, wawasan dan tingkat memahami atas ilmu yang ada.
Alhamdulillah masih ada benernya.. he..he..
Langsung aja ya ini ringkasan isi kajian itu :

Memahami Tujuan Hidup.
Hidup itu bagaikan perjalanan, so musti punya tujuan yang ingin dicapai. Dianalogikan misal nih, sya mau mudik ke pekalongan naik bus maka sya akan membeli tiket ke pekalongan dan di terminal ga sampai 10 menit sya bisa dapatkan tiket tersebut, beda klo sya pengen pergi tapi ga tau mau kemana, maka sampai 1 jam sya di terminal sya ga dapat tiket karena sya ga tau tujuan sya. Seperti halnya banyak dibahas di buku2 manajemen diri, setiap orang yang ingin sukses, langkah awal adalah mengetahui, memahami dan membuat peta kehidupannya. Untuk panduannya bisa baca work book nya Pak Jamil Azzaini yang "Tuhan, inilah Proposal hidupku". Buku ini sukses memaksa sya untuk lebih gigih memperjuangkan impian;). 

3 Hal yang membuat kesenjangan antara Si Sukses dan Pecundang.
Ya ternyata jawabannya ada tiga, yaitu : Niat(termasuk motivasi dan semangat), Komitmen dan Keimanan. 
  1. Niat. Setiap perbuatan diawali dengan niat bukan? Right (he..he.. jawab sendiri;)). Narasumber yang caem ini juga bilang motivasi dan semangat menjadi satu bagian dari niat. 
  2. Komitmen. Tiap kali seminar, hampir sebagian besar (lebih dari 50% lah ya) pasti bersemangat. Namun yang akhirnya bisa sukses bisa jadi kurang dari 30% ya.. Why?? jawabnya komitmen. Sejauh mana komitmen kita untuk berubah menjadi lebih baik ditepati. Saat ingin berubah maka kita membuat target jangka pendek maupun jangka panjang. Kekuatan kita untuk berkomitmen pasti akan teruji. Langkah terbaiknya, mencoba memaksa dan membiasakan hal2 baik dimulai yang kecil2 dulu misalnya membaca minimal 1 bab dari 1 buku tiap harinya selama 40 hari. Selama 40 hari itu ketahanan mental kita akan terlihat. Kuncinya tidak ada pemakluman dan pengecualian untuk tidak melakukan tanpa alasan apapun. 
  3. Keimanan. Yang terakhir namun terpenting. Hidup kita adalah anugerah dan nikmat terbesar. Maka persembahan terbaik lah yang dari apa yang mampu kita usahakan untuk perjumpaan dengan Allah di yaumil akhir. 
Selamat berubah menjadi lebih baik sahabat.. Bersama kita membuat karya terbaik dengan kesempatan yang ada. ;)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih untuk jejaknya.. ^___^