Sabtu, 30 Juni 2012

Ojo Lali bersyukur..

Assalamu'alaikum wr. wb..

Sedianya mau mencoba ikutan kontes yang diselenggarakan oleh Pak Dhe di BlogCamp, untuk artikel "Nikmatnya diambil kontan syukurnya nyicil".. Artikelnya makjleb di hati. Tapi kemauan sya kurang kuat. Lain kali ya Pak Dhe.. 

Membaca artikel Pak Dhe mengingatkan sya pada sosok Bapak. Beliau tipikal orang yang berfikir simpel dan ga neko-neko. Sifatnya keras namun hatinya lembut. Saat sya kuliah tiap hari jam 8 malam (wib) Bapak tak pernah absen untuk telepon, pertanyaannya selalu sama : sehatkah sya, bagaimana kabar hari ini dan sudahkah makan. Selepas kuliah dan sya bekerja sampai sekarang  pertanyaan itu berganti nasehat: "ojo lali bersyukur mbak".. 

Saat hati sya sedang mellow dan merasakan sepinya kota Karangasem di penugasan yang pertama, maka menelpon Bapak itu menghangatkan hati.. Saat sya pulang, maka Bapaklah yang akan heboh menawarkan ini dan itu untuk dijadikan oleh-oleh buat rekan kerja dan tetangga.. Bapak yang suaranya menggelegar klo sedang emosi, setiap kali mengantar kami untuk kembali ke Singaraja, dengan tangan besarnya akan selalu bilang "ojo lali bersyukur mba".. 

Bapak, saat sya bimbang dan lelah memasuki dunia kerja maka beliau selalu meneguhkan kembali..  Bapak, kata-katanya begitu lugas hingga terkadang sakit hati bagi orang yang  mendengarnya, namun kebenaran lah yang disampaikan.. Bapak, keteguhan pada kebenaran   membuatnya rela dibenci rekan sejawatnya karena menolak untuk berkomproni.. "Rezeki itu dari Allah mba,  takutpun hanya kepada Allah!".. 

Ya Allah perkenankan hamba membalas semua kasih sayang, cinta, perhatian beliau dan juga mampu mengikuti nasehatnya serta membahagiakannya.. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih untuk jejaknya.. ^___^