Jumat, 18 Oktober 2013

Kereta tiba pukul 8.15 wib..


Assalamu'alaikum wr wb.. 

50, angka yang tertoreh setelah "stasiun" novel dengan sampul unik tuntas hingga di halaman iklan pun dilahap. Suka dengan ilustrasi covernya sederhana namun mengundang. Baru kenal dengan penerbitnya, sejenis penerbit indie kah? Hemm belum tahu karena belum menjelajah websitenya. Rasa-rasanya ga ada typho berarti, sejauh ini mah sya emang ga begitu jeli klo baca. Novel ini merupakan buku pertama bagi penulisnya. 


Bagian pembukanya kelamaan, bahas novelnya aja yuk. Sya bukan pengguna tetap kereta, hanya pernah beberapa kali menjadi penumpangnya, kurang dari sepuluh kali naik  commuter line Bogor-Jakarta itupun bukan pada jam padat para pekerja. Belum ngerasain "serunya" naik kereta ekonomi  Bogor-Jakarta.  Kisah keseharian yang didapat saat naik kereta tersampaikan bagai air mengalir. Sederhana namun memikat. Ringan untuk comeback baca setelah hiatus hampir sebulan. 

Selamat untuk Cynthia Febrina atas buku pertamanya, semoga menyusul karya-karya yang lainnya. Kisah  Adinda dan Ryan, jalur padat dalam kesepian. Ga tergesa-gesa perlahan tapi pasti, dalam perjalanan pasti ada banyak kisah yang terangkai. Ada sebelas sub judul, dimulai dengan penuturan Adinda memulai hari-harinya sebagai anak kereta, menelan bulat-bulat segala info tentang stasiun dari Sasha. Perjalanan pulang pergi mengantarkan Adinda belajar memaafkan diri, menerima kenyataan dan mempelajari kehidupan. Keramaian untuk menghilangkan kesepian, Pak Rudi, Pak Eko dan Pak Ustad aka .... , dll mengingatkan sang seniman, Ryan untuk mengejar kebahagiaan.

Hidup itu singkat, semua tahu. Namun hanya yang sadar yang akan memilih dan berbuat bukan melewati atau melarikan diri.. Aiih daleem..

Belum bisa menulis panjang untuk mereview, tapi intinya sya suka novelnya, idenya dan eksekusinya. 167 halaman sampai akhir kisah cukup membuat penasaran sampai titik terakhir. Bacanya sambil minum kopi tambah nikmat deh. :)

2,5 bulan lagi tersisa untuk meraih target baca yang kurang 50%nya.. Jumlah buku yang terbaca sampai setengah jalan menumpuk, dengan alasan terlalu tebal, rasa penasaran yang menguap, dll yang jelas jadi pr. Perjalanan dengan transportasi umum adalah salah satu momen membaca yang asyik. Coba ya teman  :).  Tentunya pilih yang ga terlalu berat baik isi maupun ketebalannya.

3 komentar:

  1. lucu juga ya judul novelnya stasiun

    BalasHapus
  2. singkat tapi unik ya mba.. :)

    BalasHapus
  3. Plotpoint iku penerbit sing menginduk ke Mizan, penerbit sing aku apply magang tapi tak pernah ada balasan email hingga sekarang T____T Aku pernah numpak kereta malam Jakarta-Bogor di pulang kerja. Kepadatannya naudzubillah. Udah bisa nyempil masuk aja alhamdulillah luar biasa, beneran. Ngampil novel e yo, mbaaaaak. Wait my note ! :D

    BalasHapus

Terima Kasih untuk jejaknya.. ^___^