Kamis, 10 April 2014

Mellow ga selalu galau..


Assalamu'alaikum wr wb. 
 
Alhamdulillah, semangat membaca mulai tumbuh dan bersemi. :)
Libur sehari memberi ruang bernapas sejenak dari aktivitas keseharian. Semoga begitu juga denganmu teman :). 

Novel Tere Liye yang satu ini mencuri perhatian. Cover hijau bikin sya terpikat. "Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin", masih tentang cinta, tema yang begitu luas penjabarannya. Bertutur lancar kisah Tania, Dede, Ibu, dan Dia. Sebenarnya alur konfliknya tertebak, namun tetap saja novel ini sanggup membuat kita terus membaca sampai halaman terakhir terhenti di angka 256. 


'Menatap kilau lampu dari jendela kaca lantai dua toko buku, mengamati kesibukan di bawah sana. Rehat sejenak. Menikmati datangnya inspirasi. Mengenang masa lalu'.  Suka deh dengan bagian ini. Me time yang oke banget ya. 

Diceritakan dengan alur maju-mundur, mudah untuk diikuti. Satu jam mengenang masa lalu dan merentas jalan masa depan.  Tania lakon malam itu, derita, senang, tawa, dan segambreng rasa yang diungkap mengalir bagai air. Sya suka, bagian akhirnya rasional, walaupun fiksi, terasa nyata. 

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, ada masa bagi kita untuk menerima, penerimaan yang damai. 

Hehe ga jelas ya? Baca aja novelnya :), lengkapi dengan segelas kopi atau teh hangat. Sesap pelan-pelan dan nikmati dari sudut pandangmu sendiri. Lebih mantab lagi klo dibaca pas perjalanan. :)



 

2 komentar:

  1. aku juga punya bukunya, hadiah dari pakde cholik nih

    BalasHapus
  2. hayuuu mba dibaca, seruu :D

    BalasHapus

Terima Kasih untuk jejaknya.. ^___^