Senin, 02 Februari 2015

Me-Rindu

Assalamu'alaikum wr wb ..
 
Pa kabar? Semoga semua mendapati kebahagiaan :)
Sedetik yang lalu adalah masa lalu, menjadi bagian sejarah dalam hidup. Satu jam mendatang adalah masa depan yang masih menjadi misteri bagi kita. Hupp. Menengok  masa lalu akan bijak jika tak berniat untuk memperpanjang penyesalan. Aish berasa serius banget.( pembukaan ini adalah draft yang sudah ditulis berbulan-bulan lalu, tapi mentok, oke hari ini kita lanjutkan ^^)


Februari selamat datang  . Rumah ini dulu sering jadi tempat untuk mencatat sedikit jejak dari buku atau novel yang sya baca. Tapi tahun lalu kebiasaan itu memudar seiring makin sedikit buku yang tuntas dibaca. So, tekad tahun ini adalah mengaktifkan kembali kebiasaan membaca dan menulis. Minimal ya ada 20 buku dan novel yang bisa tuntas di tahun ini. Alhamdulillah Januari satu buah novel karya Tere liye selesai dalam sehari, hehe klo mau sebenernya bisa yak. Rindu, sebuah novel tentang perjalanan rasa, cinta, dan spiritual. 

Baca bab pertama, pelan tapi pasti sudah mencuri hati. Perjalanan ke tanah suci pada tahun 1938, penuh perjuangan, memakan waktu yang lama. Luar biasa deh. Dituturkan dengan bahasa apik, alurnya lambat tapi pas. Ini nulis ga ngadepin novelnya, jadi seingetnya aja. Penggambaran watak masing-masing tokoh detail, sosok Gurunda, Daeng Andipati, Elsa dan Ana, Mbah kakung, tokoh utama lain lupa namanya.. Bagus banget jalinan cerita. Satu persatu pertanyaan terkupas macem mengupas kulit bawang. 

"Berdamailah dengan hatimu, cobalah untuk memaafkan, seiring berjalannya waktu kebencian itu akan hilang" Rindu_DaengAndipati
"Kematian adalah sesuatu yang pasti, meski kita tak tahu kapan datangnya. Lihatlah dari sudut pandang mbah putri, betapa beliau telah menunaikan tugasnya dalam perjalanan cinta kalian". Rindu_mbahkakung(pria terrrr-romantis se kapal ^^)

Spoiler alert XD, novel ini berakhir bahagia untuk semua tokohnya. Happy ending. 


*Foto buku di instagram hehe..



2 komentar:

Terima Kasih untuk jejaknya.. ^___^