Minggu, 28 Februari 2016

Ayat Ayat Cinta 2

#10harimenulis
#tiga

Siapa yang udah pernah baca novel "Ayat-ayat Cinta (AAC)"? Salah satu novel best seller karya Habiburrahman el shirazy (Kang Abik) yang sukses juga saat difilmkan. Sekian tahun yang lalu membaca seri pertama AAC dengan rasa penasaran level atas, dalam hitungan jam dan begadang tuntas di hari yang sama dengan beli novelnya. Sesuatu yang baru, novel romantis dengan tokoh hampir sempurna dan menyinggung tema yang cukup sesuatu kala itu " poligami".

Bulan November 2015 Kang Abik merilis seri kedua AAC. Novel yang saya baca merupakan cetakan ke enam terbit Desember 2015, mantab sangat ya hanya dalam dua bulan laris manis penjualannya. Sejujurnya untuk saya pribadi, setelah novel AAC ketertarikan membaca karya Kang Abik cukup menurun. Lebih ke selera aja sih ya hehehe. Salah satu hal yang cukup sering tampak dari karya Kang Abik adalah penggambaran tokoh utama yang hampir mendekati sempurna (klo tidak dikatakan sempurna, saking celanya dikit atau tak kentara). Yup, saya lebih antusias membaca novel dengan tokoh yang lebih manusia (punya sisi lemah dan kurang). Tapiii, begitu tahu adik saya punya novel AAC 2 ada rasa penasaran yang kembali datang. Pengen tahu setelah sekian tahun bagaimana karya Kang Abik? Jadilah saya pinjam atas dasar penasaran dan butuh bacaan ringan untuk menstimulus gairah membaca yang redup.

Tetottt!!!! Ternyata saya salah besar teman. Yup, AAC 2 ini bukan bacaan ringan. Gaya khas Kang Abik tetap muncul di novel ini. Namun pemahaman saya yang cukup berubah. Jika dulu saat bertemu AAC saya lebih ingin mendapatkan cerita romantis ala Islami. Kali ini saya menyiapkan diri untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda. Bukan dari sisi alur cerita nya, tapi hal lain yang lebih dicermati karena Kang Abik menyebut novel ini sebagai "Sebuah novel pembangun jiwa". Ya, melalui sosok Fahri (tokoh utama) seorang Doktor, dosen, pengusaha sukses, suami sholeh yang baik, dan sederet penggambaran lainnya kita diajak berkaca " bagaimanakah kualitas sebagai seorang muslim/ah??".

Islam sempurna, ajarannya pasti membawa keselamatan dan kemakmuran. Namun jika dilihat kondisi saat ini pemberitaan negatif tentang Islam begitu marak sehingga tak sedikit orang yang terkena propaganda negatif ini berbalik membenci Islam. Melalui novel AAC 2 ini Kang Abik mengajak kita untuk berperan aktif memberikan citra positif akan Islam dengan akhlak dan kualitas yang unggul. Yup sepak terjang Fahri di novel setebal hampir 700 halaman sarat dengan upaya bahwa seorang muslim punya kualitas mumpuni jika mau memaksimalkan potensi dan ikhtiar.

Salah satu kutipan dialog yang saya suka.

Fahri : "Saya ada analogi sederhana. Jika kalian punya pohon apel atau mangga yang sedang berbuah, dan kau sudah merawatnya dengan baik, bisakah kalian pastikan seluruh buahnya baik? Tidak ada satupun yang busuk? Tidak ada yang jatuh dari pohonnya sebelum matang?"
Mahasiswi : "Tidak bisa. Selalu ada satu dua dari pohon itu yang buahnya tumbuh tidak seperti yang diharapkan. Satu dua ada yang busuk. Tidak bisa semua buahnya sempurna."
Fahri : "Kalau kau punya pohon apel, hanya satu dua saja buahnya yang busuk, apakah fair mengatakan seluruh pohon apel itu busuk?"

Terus sisi ceritanya kumaha? Khas Kang Abik lah pastinya ^^. Buruan beli/pinjam novel AAC 2 ini. Mau beli online juga bisa lho ke instagram @rumirumahmuslim. Eitss hehe ujungnya promosi jualan adik XD.

2 komentar:

  1. Kirain resensinya mba.. Kemarin ada lomba resensinya hehe

    BalasHapus
  2. aku sudha punya juga novek ayat-ayat cinta keduanya, malah lebih dulu suamiku yg baca ;)

    BalasHapus

Terima Kasih untuk jejaknya.. ^___^