Jumat, 26 Februari 2016

Everything happen for a reason

#Satu
#10harimenulis

Jumat hari istimewa bagi umat Islam menjadi hari pertama untuk tantangan kali ini, alhamdulillah. Tadinya mau bahas isi buku "Makelar Rezeki" karya Mbah Jamil Azzaini, tapi belum sampai sepertiga bagian yang dibaca ulang. Jadi ya ganti haluan hehe. "Everything happen for a reason" satu kalimat sederhana yang saya temukan di blog "Febrianti Almeera" founder komunitas "Great Muslimah" yang juga terkenal sebagai trainer hijrah.  Kalimat sederhana namun dalam artinya. Setiap kejadian dalam hidup kita bukan kebetulan, ada hikmah yang pasti bisa diambil. Kembali pada pilihan akan berprasangka baik atau sebaliknya.

Salah satu hal yang sering saya lakukan saat mendapatkan reminder adalah membaginya dengan teman-teman terdekat. Chit-chat saat jam makan siang atau sore setelah jam kerja jadi waktu yang tepat untuk sharing. Nah, pada bagian menyikapi ketetapan Allah yang baik atau sebaliknya ini jadi catatan yang harus digarisbawahi tebal-tebal. Mengedepankan prasangka baik/khusnudzon kepada Allah itu beraaat ya teman. Seliweran fikiran jelek itu jauh lebih mudah hinggap dalam hati maupun akal kita (saya aja kali yaaa ). Sampai pada satu titik untuk bisa berkhusnudzon kepada Allah, saya berkesimpulan salah satu upaya paling sederhana ya "lihat sisi positif dari tiap kejadian". Aissh kesimpulan ini mungkin sudah banyak ditemukan orang lain, hanya saya aja yang baru sadar hehhe..

Sisi positif dan sisi negatif, bagian mana yang lebih mudah menguar? (Jawab sendiri aja dalam hati :) ). Membiasakan melihat sisi positif itu buat saya punya arti untuk bisa mengganti fikiran jelek dengan alternatif sudut pandang yang baru. Dan itu dimulai dari hal kecil seperti kejadian ini, tiba-tiba turun hujan setelah panas seharian sedangkan ada cucian yang musti dipakai besok. Nah kalau nurutin fikiran jelek mah yang terucap langsung, " yaaa hujaaan :( " bla bla bla lanjut deh ngeluh ini itu. Berhubung mau membiasakan melihat sisi positif, "alhamdulillah hujaaan, sejuk udara sore ini jadi enak buat jalan ke kosan" urusan baju yang mau dipakai besok bisa diganti dengan "asyiik besok bisa mix match baju lain kali yaaa". Yup, komentar pertama baik terucap maupun celetukan dalam hati saat ada yang menimpa diri kita itulah yang harus dibiasakan bernada positif sehingga pandangan yang tadinya sempit jadi meluas. Ga mudah memang, tapi bisa. Yakin deh, dengan melihat sisi positif hidup jadi lebih ringan.

Hari senin biasanya jadi hari melow, galau karena jadi hari pertama beda kota ma suami, sementara ini kami LDM(long distance married). Yup, itu duluuu alhamdulillah fase itu terlewati. Resep jitunya ya tadi " lihat sisi positif", Allah pasti punya rencana baik dengan pilihan kita saat ini. Jalani dengan bahagia, karena bahagia bukan nanti tapi saat ini dimulai dari dalam hati ^^. (Curhat colongan ini yaaak XD)

Membiasakan tersenyum di pagi hari saat bangun tidur, mengucap syukur kebiasaan efektif yang membuat hari kita lebih indah. Yaaa, luangkan waktu sejenak saat sudah sadar dari tidur untuk mensyukuri nikmat yang Allah beri. Ingatlah keluarga tercinta kita, kebaikan-kebaikan yang mereka lakukan pada kita. Pasti deh bikin senyum mengembang di wajah kita. Selanjutnya memulai hari dengan berfikir positif akan lebih mudah dijalani.

Alhamdulillah lima paragraf berhasil ditulis. Sampai jumpa besok ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih untuk jejaknya.. ^___^