Sabtu, 27 Februari 2016

Makelar Rezeki

#10harimenulis
#dua

"Sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat untuk orang lain" - Muhammad saw -

Sebuah hadist, pembuka buku yang berjudul sama dengan postingan kali ini. Sejauh mana sih hidup kita bermanfaat untuk orang lain? Seberapa banyak harta yang sudah kita bagi kepada para dhuafa, yatim dan kekurangan? Adakah ilmu yang sudah kita bagi ke sesama hingga menaikkan martabatnya sebagai hamba? Pilihan pembukaan yang mampu membuat para pembaca merenung akan arti hidup.

Makelar rezeki karya Mbah Jamil Azzaini, inspirator sukses mulia yang tulisannya renyah, ringan namun sarat pemikiran yang mendalam. Melalui karyanya kali ini, Mbah mendorong kita untuk berpartisipasi aktif menjadi saluran energi besar yang melakukan pekerjaan besar dan mendapat hasil besar.

"Kalau anda ingin sukses, sukseskanlah orang lain. Kalau anda ingin bahagia, bahagiakan orang lain." Karena hidup bukan hanya tentang aku, tapi tentang kita. Semangat untuk memberdayakan kualitas hidup kita akan beda pengaruh jika hanya bertujuan memakmurkan kehidupan "aku". Pejuang kehidupan " kita" akan memiliki semangat membara, energi yang tiada habisnya justru bertambah. Itulah makelar rezeki, bagaikan magnet mampu menarik hal-hal positif di sekitarnya, bagaikan sakelar yang menghidupkan lampu menghidupkan sesuatu yang sudah mati hingga mampu menerangi sekitarnya. Makelar rezeki itu konektor yang mampu menghubungkan satu dengan yang lain. Mengalirkan sesuatu yang tersumbat, memperlancar keadaan, dan melakukan hal-hal yang saling menguntungkan.

Menjadi makelar rezeki dimulai dengan menjadi pemain, tak hanya jadi komentator. Berperan langsung menjadi inspirator kebaikan di lingkungan kita, bisa di tempat kerja, sekolah, kampus atau bahkan lingkungan masyarakat. Karena satu kepakan sayap positif yang kita lakukan punya dampak pada kehidupan. Tentunya sebagai pemain, satu hal yang harus dilakukan adalah "usir penyakit tetapi". Ya, penyakit ini sering menghambat seseorang untuk bergerak, berubah menuju kebaikan. Misal pengen jadi pengusaha ya berusahalah, jangan berhenti pada " tetapi saya ga punya modal", modal ga selalu uang koq, relasi/kenalan yang percaya untuk menjualkan barangnya pada kita juga modal (kepercayaan). "Tetapi" seringkali memutus kreativitas dalam menghadapi tantangan. Jadi buang jauh "tetapi" dari target dan mimpi hidup kita.

Rezeki tak hanya harta saja, Mbah Jamil membagi jenis rezeki menjadi 4 bagian, yaitu harta, takhta, kata dan cinta (4-ta). Agar kehidupan makin dinamis, 4-ta ini tidak boleh berhenti. Ia harus terus mengalir dan terdistribusi. Sebagai manusia jangan hanya menerima namun juga harus bisa memberi kepada yang membutuhkan. Atau kita menjadi bagian dari penyalur 4-ta di dunia agar terus mengalir. Gunakan konsep "terima kasih", yaitu setiap yang kita " terima", kemudian "dikasih-kasihkan".

Pada harta yang kita miliki, maka kelolalah dengan prinsip prioritas : akhirat, masa depan dan masa kini. Hidup di dunia hanya sementara, yang kekal adalah kehidupan akhirat. Gunakan harta kita dengan prioritas pertama ini, perbanyak infak dan sadaqah baik saat lapang maupun sempit. Selanjutnya alokasikan penghasilan kita untuk masa depan. Dana untuk masa depan itu diinvestasikan, sehingga bisa menjadi passive income tak sekedar ditabung. Terakhir gunakan penghasilan kita untuk keperluan hari ini. Hiduplah sederhana dan jangan mengedepankan gengsi.

Cukupkah mengelola dana sendiri? Belum, bantulah mengalirkan harta orang lain yang terhenti. Bisa dengan menginspirasi program sosial atau pemberdayaan, atau menjadi bagian dari komunitas/lembaga untuk berperan aktif memperpendek kesenjangan antara kaya dan miskin di masyarakat.

Mengalirkan takhta, berarti berperan melahirkan calon pemimpin baru yang memiliki kualitas dan integritas.

Mengalirkan kata, tulisan bisa menjadi wasilah perubahan kebaikan seseorang bahkan jutaan orang. Maka menulislah, karena menulis bisa dibiasakan. Berbagi tak hanya tentang materi. Kemajuan tekhnologi saat ini dengan maraknya penggunaan media sosial, sungguh bisa menjadikan kita makelar rezeki lewat postingan positif kita di instagram, twitter, facebook dan blog.

Mengalirkan Cinta.
Yup bahasa kerennya "mak comblang" hehhe. Iya boleh banget, tapi tentunya sesuai syariat ya ga pake pacaran. Mengalirkan cinta juga berlaku untuk menjadi orang tua asuh, karena tak semua beruntung memiliki orang tua. Bila memungkinkan penuhi rumah kita dengan anak-anak yatim atau buatlah rumah penampungan anak-anak yatim. Alternatif lain jika kita punya keterbatasan waktu dan tenaga, berperanlah dalam membantu lembaga yang menangani anak yatim ^^.

Tulisan ini adalah sebagian yang saya dapatkan dari buku "Makelar Rezeki" masih bersambung karena belum tuntas membaca ulang, baru sampe setengah isi buku. Semoga bermanfaat teman ^^.

#odop
#bogor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih untuk jejaknya.. ^___^