Selasa, 01 Maret 2016

Dimulai dari Mindset

#10harimenulis
#lima

Tadaaa... Sedianya tulisan ini untuk dua hari lalu, baru dua paragraf yang akhirnya pun tak tersimpan mata sudah terlelap jadi kemaren kosong deh. Terinspirasi nulis tema ini dari obrolan sore kemaren di kantor. Sebelumnya udah niat memang membaginya kalau sudah tercapai impian kami. Salah satu impian yang ada sejak awal menikah, alhamdulillah sudah terwujud "beli rumah tanpa riba'. Alhamdulillah alhamdulillah ^^..

Rasulullah pernah sampaikan, akan datang suatu zaman dimana untuk menghindar dari debu-debu riba itu sulit. Ya, faktanya riba begitu mudah ditemukan dalam kehidupan saat ini bukan hanya berbentuk pinjaman dari bank/lembaga keuangan, bahkan pembelian barang secara kredit yang ada ribanya pun banyaaaak.

Back to impian, alhamdulillah di bulan kelima 2015 kemaren terwujud, ploong legaaa. Iya butuh waktu beberapa tahun untuk meraihnya. "Beli rumah tanpa riba" berarti beli rumah pakai sistem kpr tercoret, beli rumah oper kredit dari pemilik sebelumnya yang pakai bank coret!. Belinya cash dong? Bisa juga dengan kredit syariah tanpa riba, tapiii cicilannya luar biasaaaah... Jadi tantangan terberatnya karena harus nabung dulu dan sampai batas waktu tertentu baru deh kebeli rumahnya???

Penasaraan??? Nabung berapa tahun? Harus irit banget ya? Pangkas anggaran diluar kebutuhan primer dong? Ga boleh jajan kopi late/greentea late di kafe instagramable ya?

Mau tahu jawabannya?
Mari kita beberkan satu persatu :

1. Nabungnya ga nyampe satu tahun, tepatnya 9 bulan sejak niat dan komitmen kami sudah bulat.

2. Tantangan terberat ternyata bukan pada prioritas nabung di minggu pertama setelah penghasilan masuk rekening kakak!. Membulatkan tekad, meluruskan niat, menanamkan mindset bahwa impian kami pasti tercapai, tawakal kepada Allah atas hasil dari ikhtiar yang kami lakukan inilah hal utama dan tantangan pertama yang harus bisa kita taklukkan.

Betul, sudah banyak yang tahu bahwa "rezeki itu pasti dicukupkan untuk tiap hamba-Nya". Sudah tercatat pula di rekaman otak kita bahwa " Riba haram untuk muslim/ah". Tapiiii, iya tapiii seringkali kita lupa, lalai segala ketentuan-Nya pasti baik untuk kita. Halal dan haram sudah jelas. Dan saat dilarang pasti ada yang dibolehkan dan solusi. Jadi mindset bahwa "membeli rumah tanpa riba" pasti bisa wajib tertanam dulu dalam benak kita. Kalau keyakinan ini sudah bulat, penuh ga ada keraguan, insyaAllah hanya tunggu waktu untuk meraihnya. Iya, Allah sesuai prasangka hamba-Nya. Kalau kitanya ragu ya wajar kalau Allah ga ngabulin. Jadi wajib yaa, catat tanamkan mindset! Yakin bisa...

3. Sudah yakin? Sudah alhamdulillah dan itu butuh proses beberapa tahun. Iya yang lama itu proses menanamkan keyakinan dalam diri koq! Nabungnya gimana? Ga seserem yang dibayangin, dengan menempatkan sebagai prioritas jangka menengah (kala itu terfikir mungkin terwujudnya butuh waktu 1-2 tahun-an ya), minggu pertama penghasilan masuk langsung disisihkan untuk ditabung. Dalam fase ini ingat hal-hal wajib/prioritas lainnya harus tetap ditunaikan, kewajiban terhadap orang tua, sedekah ke keluarga, dan menjaga terpenuhinya kebutuhan gizi dengan baik. Saat menunaikan kewajiban ke orang tua, sampaikan permohonan untuk didoakan secara spesifik terkait keinginan membeli rumah, plus latar belakang dan motivasi impian itu. Penting emang? Bangeet!! Doa orang tua (wabil khusus ibu) sangat berperan sebagai katalisator dimakbulkannya doa oleh Allah swt.

4. Maksimalkan ikhtiar dan doa, barengan ini melakukannya. Survei kesana kemari dan ga masuk budget, seriiing. Berangkat pagi pulang malem plus kehujanan pernah. Esmosi saat sudah punya 50% dari harga rumah tapi ketentuan pembelian yang ada hanya sangat memudahkan yang mau komitmen mengambil riba walupun hanya punya uang 5% dari nilai rumah, pernaah!! Gemes, kezel pastinya. Alhamdulillahnya ingat kembali bahwa "Allah pasti ingin kami belajar bersabar, mendengar do'a-doa kami". Satu hal penting lagi disini, selaraskan doa dengan pasangan. Iya, saya dan suami dengan bahasa yang berbeda tapi minta hal yang sama kepada Yang Maha Mengabulkan doa.
Perbanyak istighfar dan shalat sunnah ini sebagai jalan untuk bertaqarrub (mendekat) pada Allah.

5. Rileks, bahagia, banyak tersenyum dan nikmati hidup. Iya, walaupun nabung jalaan bukan berarti kita tak boleh menikmati hidup. Nikmati dalam kesederhanaan yang wajar. Mau makan es krim, minum greentes di kafe? Boleh. Bahagia itu dimulai dari hati, senangi prosesnya. Berjuang itu sesuatu yang indah untuk dinikmati apalagi berdua sama suami eaaa....

Tipsnya itu aja, insya Allah bisa teraih ^^

#sukabumi

1 komentar:

  1. semagat menulis 10 harinya yaaaa terima kasih tipsnya. Rileks ,bahagia banyak tersenyum dan beryukur supaya lebih bahagia

    BalasHapus

Terima Kasih untuk jejaknya.. ^___^