Minggu, 06 Maret 2016

Masuk surga karena bakti kepada orang tua

#10harimenulis
#enam

Alhamdulillah hujan mengguyur kota hujan, suasana sejuk dimulai dari sore tadi. Mari lanjutkan tantangan #10harimenulis. Belum sesuai rencana untuk menulis satu hari berturut-turut hingga hari kesepuluh, faktanya bolong-bolong hehhe. Jadilah diubah saja tantangannya bisa menulis sepuluh tulisan dulu. Nulis dulu, konsisten dulu baru deh ditingkatin targetnya. Oke fix.

Judulnya masya Allah ya. Siapa masih punya orang tua?? Ngacung.. Alhamdulillah saya masih lengkap bapak, ibu dan bumer. Semoga Allah melimpahi mereka dengan kesehatan, keberkahan, kelapangan rizeki dan kemudahan beramal kebaikan.

Weekend kali ini mulai membaca buku "Sahabat wanita Rasulullah" karya Mahmud al-Mishri (penerbit zaman). Jujur saya baru selesai bab ketiga. Bacanya pelan-pelan diresapi benar betapa luar biasanya kisah hidup muslimah generasi pertama ini. Tapi bahasan buku ini akan dibahas di postingan yang lain ya teman.

Membaca bab dua yang menceritakan tentang Ummu Hisyam bint Haritsah, sungguh justru terpesona dengan ayahandanya yaitu Haritsah ibn al-Nu'man. Seorang sahabat yang termasuk al-sabiqun ila al Islam (kelompok yang pertama masuk Islam). Beliau dari golongan Anshar, Ia menghadiahkan rumahnya kepada Rasulullah saw yang sangat dicintainya karena mengharap ridho Allah swt. Haritsah memiliki tempat istimewa di sisi Rasulullah, karena kecintaannya pada Rasulullah.

Diriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda, "Saat tidur, aku bermimpi sedang berada di surga. Tiba-tiba aku mendengar seseorang membaca al-Quran. Aku bertanya, 'Siapakah dia?' Mereka menjawab, 'Ia adalah Haritsah ibn al-nu'man.' Rasulullah saw bersabda, 'Begitu juga orang yang berbakti pada orang tua.' Haritsah ibn al-nu'man adalah orang yang sangat memuliakan dan berbakti kepada ibunya.' " (hadist ini diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Ya'la dam al Hakim dengan sanad shahih)

Masya Allah begitu dimuliakan oleh Allah orang yang mampu memuliakan dan berbakti pada orang tua terutama ibu. Pas baca bagian ini makjleb, mata berkaca-kaca. Ya Allah, langsung inget betapa kurang baiknya perilaku diri ini ke orang tua, masih sangat kurang perhatian dan sayang ke mereka. Pengorbanan mereka ga bisa dihitung, tapi untuk membalasnya seringkali hitung-hitungan. Sekedar nelp dengan frekuensi lebih dari sekali dalam seminggu saja kadangkala berat, dengan alasan udah lelahlah dengan aktivitas seharian. Astaghfirullah..

Keteladanan dalam hal berbakti kepada orang tua sebenarnya dicontohkan oleh Bapak saya. Beliau orang yang terlihat keras dari ucapannya tapi punya kelembutan dan kasih sayang luar biasa untuk keluarga terutama pada mbah putri. Bapak yang sudah memasuki usia kepala lima masih 'riwa-riwi/bolak-balik' Pekalongan-Tegal setiap akhir pekan untuk bisa berbakti silaturahim ke mbah putri (baik dari jalur keluarga ibu dan bapak, mbah kakung sudah meninggal). Berangkat pagi pulang sore, untuk ketemu mbah putri ngobrol, mijitin beliau berdua dan mengantarkan sedikit hasil olahan dapur ibu. Konsisten Bapak jalani setelah mbah kakung meninggal. Kata Bapak, "Selagi sehat dan kuat in sya Allah mangkat. Lha opo manih sing bisa dilakoni selain juga berdoa kangge mbah putri. Bisane ngene."  Ya, Bapak hanya absen saat kondisi tidak sehat seperti beberapa bulan lalu sempet drop karena gulanya terlalu tinggi. Itulah Bapak kami, ayah dari tiga orang putri. Semoga Allah melimpahi karunia dan memberikan tempat di surga-Nya sebagaimana Haritsah ibn al-nu'man. Aamiin ya rabbal'alamiin...

Bapak, seorang yang penuh kasih sayang. Setiap hari minimal ada dua sms yang masuk ke hp kami (saya dan suami) dari bapak yaitu pagi hari (sekitar jam setengah 8) untuk mengingatkan shalat dhuha dan malam hari (sekitar jam 8 malam) untuk mengingatkan shalat hajat. Saat kami kuliah (saya dan adik) hampir setiap malam kami ditelp untuk ditanya, "mb, sehat? Mpun maem? Mpun shalat?". Tiga pertanyaan wajib yang selalu dan tak pernah bosan ditanyakan sebagai bentuk sayang dan perhatian kepada kami putrinya. Ya Rabbi limpahkan keberkahan usia, ilmu, dan energi positif kepada Bapak untuk selalu bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, umat dan negara.. Aamiin ya rabbal'alamiin...

#bogor
#baitijannati
#rindubapak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih untuk jejaknya.. ^___^