Kamis, 12 Mei 2016

Inspirasi, pembangkit mindset positif

#delapan
#10harimenulis

Alhamdulillah sehat, bahagia dan kembali membuka aplikasi blogger di smartphone hadiah special dari suami tercinta ^^. Yaa, melanjutkan menulis butuh energi kuat selain niat bulat kan ya?. Hari ini dapat inspirasi tak terduga, tak terasa saat menulis postingan ini saya tersenyum.

Saya punya dua blog, pertama blog yang sedang kamu baca ini berisi keseharian yang lebih banyak tentang passion, hobby yang saya lakukan. Kedua, blog khusus tentang keseharian saya sebagai pekerja. Biasanya saya suka membahasakan sebagai "tempat main" menyamarkan kondisi sebagai buruh kantoran haha. Nah, kali ini saya ingin sedikit menyinggung bahasan yang biasanya tampil di blog kedua (pernah main kesana?? Tak ada link nya di blog ini hehhe).

Saat ini bisa dibilang, saya punya dua pekerjaan. Pertama sebagai karyawan kantoran dengan delapan jam kerja senin-jumat, hampir sepuluh tahun menjalaninya. Kedua, sebagai owner, CEO  sekaligus manager produksi dan admin khusus bagian penjualan di @Khansahijabsyari line clothing yang kami (saya dan adik) rintis sejak Januari 2013 lalu. Jam kerjanya tak terbatas, yes ini jujur sejujurnya.

Alhamdulillah pekerjaan kedua adalah interpretasi dari passion saya, jadi menjalaninya sungguh merupakan hal yang membahagiakan, menjadi bagian dari nyala api kehidupan dalam setiap sisi dan peran kehidupan saya. Berarti ga terasa capek, stress dong ya? Hmm, stress, lelah pasti ada namun jauh lebih mudah untuk saya pribadi mendapatkan dan meluruskan mindset positif sehingga berdampak pada energi kebaikan yang mengalir untuk seluruh aktivitas di Khansahijabsyari. Jauh lebih mudah bagi saya untuk menyepi, instropeksi dan mengambil tindakan agar tetap "on goal". Ya, melakukan apa yang kita suka itu menyenangkan, menghadirkan bahagia dengan sangat sederhana. Sharing via chat berjam-jam dengan adik untuk pembuatan sample, perbaikan strategi yang lebih jitu untuk mencapai closing, briefing dengan team produksi hingga malam hari menjadi keseharian yang menakjubkan buat saya. Keluarga baru, pertemanan baru, upgrade ilmu agama,  upgrade ilmu komunikasi, upgrade kepekaan dalam bersikap adalah sebagian dari dampak positif yang saya rasakan menjalani passion di Khansahijabsyari. Masih ingat kan dengan quotes ini "pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar".  Ungkapan yang sangat tepat untuk menggambarkan pekerjaan kedua saya ^^.

Ada yang tertinggal. Saya ingin bercerita tentang pekerjaan pertama, dimana menjalaninya adalah efek dari pilihan kehidupan di usia remaja. Terus menjalani hingga kini adalah pilihan kami (saya dan suami) untuk kurun waktu tertentu. Disini peran saya hanya satu, karyawan/staff. Kalau ditanya " Sukakah dengan pekerjaanmu?" Hmm jawabannya adalah ada bagian yang saya suka, ada bagian yang saya jalani hanya sebatas menggugurkan kewajiban. Namun hari ini saya diingatkan melalui sebuah diskusi yang hangat akan inspirasi dan visi. Bahwa, pilihan kehidupan sebagai pekerja kantoran ini wajib menghadirkan kebahagiaan bagi saya pribadi dan keluarga. Lha sebelum ini ga bahagia? Alhamdulillah bahagia, namun beberapa minggu ini ada penurunan motivasi dan semangat untuk merealisasikan bekerja sebagai lahan ibadah. Naik turunnya semangat adalah hal biasa, namun kali ini yang terjadi cukup menggerus mindset dan energi positif yang saya miliki. Sebuah peristiwa yang membuat saya menarik diri, menyepi dan merasa kehabisan energi. Haha. Terdengar menyedihkan ya. Alhamdulillah aslinya ga sebegitunya koq, hehhe kalimat sebelum ini menunjukkan saya bagian dari Queen of drama ya??? XD.

Terus diskusinya apa sih? Penasaran?? Mau tahu banget atau mau tahu aja?? Hehhe becanda kawan, sebenarnya hanya obrolan ringan 15-20 menit tentang nostalgia membangun kesolidan tim (SDM) dan merubah wajah (fisik) kantor yang sudah berhasil dilakukan oleh seorang pejabat di salah satu kantor yang terletak di pulau Dewata. Kisah yang bagi saya menunjukkan visi yang kuat, misi dan action yang sejalan untuk mencapai tujuan, dan leadership yang oke. Mendengar langsung hal seperti ini dari subyek pelaku  bagaikan menyetrum/membangkitkan kesadaran pribadi untuk berbuat lebih, meluruskan niat yang terserak. Saatnya merajut kembali ungkapan ini "love what you do", karena  memaksimalkan upaya adalah bagian dari rasa syukur..

#Sukabumi
Ini ceritaku, mana ceritamu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih untuk jejaknya.. ^___^