Senin, 30 Mei 2016

Yes, we are superteam

Assalamu'alaikum wr wb kawan semua 😊.
Masih nuansa week end ya, semoga seluruh keluarga sehat dan dilimpahi keberkahan. Aamiin. (Nulisnya sebagian pas hari Minggu hehe).

Pagi kami dibuka dengan sedikit kehebohan karena  kemenangan Real Madrid menjuarai liga Champions 2015/2016 setelah mengandaskan Atletico Madrid melalui adu penalti. No no kami tidak bergadang untuk menonton bola, tak ada TV di rumah hehhe. Kami hanya memantaunya via livesoccer.com dari sebelum shubuh tadi. Kemenangan yang memang cukup terprediksi oleh salah satu media online  (detik sepakbola) rujukan kami untuk mengikuti perkembangan sepakbola. Ups, jadi ketahuan ya suka bola juga. Tapi jangan bayangkan kami atau lebih tepatnya saya rela bergadang atau nonton bola baik di TV atau YouTube, nyatanya kesukaan ini hanya sebatas mengikuti berita bola melalui media online dan menjadikannya salah satu topik obrolan di ruang keluarga 😁.

Back to topik ya, menarik mencermati final liga Champions kali ini. Kedua tim merupakan penghuni papan atas Spanyol dan bermarkas di kota yang sama. Real Madrid, bertabur pemain bintang berharga mahal dikomandoi oleh Zizou (Zinedine Zidane) pelatih kebangsaan Perancis yang baru menukangi selama lima bulan. Atletico Madrid, team yang selama lima tahun dalam masa kepelatihan Diego Simeone menjelma menjadi tim tangguh yang disegani lawan dan berbuah 5 trofi mayor ( dari lima kompetisi yang berbeda). Lebih lengkapnya mah Googling aja ya 😁.

Ada satu bahasan menarik dimana rahasia sukses Real Madrid adalah menerapkan strategi jitu dengan membuat Atletico Madrid bermain diluar kebiasaan (detik.com match analys). Penguasaan bola rendah, kecepatan & kegesitan dalam melalukan counter attack dan pertahanan rapat adalah ciri khas permainan Atletico Madrid, namun pada final kali ini hal itu tak nampak. Justru ketiga hal tadi diperlihatkan oleh skuat besutan Zizou. Bahkan trio BBC pun amat menahan diri untuk berada di pos masing-masing membantu menjaga pertahanan. Aish, stoop!! Jadi ngomongin pertandingannya padahal ga nonton.

Oke, kembalikan ke fokus obrolan 😁. Hebohnya final liga Champions tahun ini membuat saya berfikir ulang tentang "superteam". Ya, baik Atletico Madrid maupun Real Madrid sukses memperagakan kolektifitas nan solid dalam perjalanan mereka menggapai final, dimana mereka pun tetap bersaing penuh di La Liga (dua tim ini plus Barcelona, gigih sampe pekan terakhir memperebutkan juara La Liga). Memang ada saja yang menonjol dalam superteam, contohnya Cristiano Ronaldo sebagai top skorer Liga Champions kali ini. Tapi poin penting dalam superteam adalah menyatunya seluruh anggota tim untuk memberikan kinerja terbaik demi mencapai tujuan. Semua tak terkecuali! Pelatih, pemain bintang ataupun biasa (termasuk yang sering masuk bangku cadangan), staff teknik, fans, dll semua menjadi satu kesatuan yang mengeksekusi perannya dengan penuh determinasi. Ya, bukan ego yang dikedepankan. Tapi kesadaran akan tanggung jawab atas peran yang diberikan. Kepercayaan kepada anggota tim lain, dalam hal ini terutama kepada sang leader/pelatih atas pilihan strategi. Luar biasa hasilnya!!! 

Meredefinisi superteam melalui final liga Champions ini, mau tak mau jadi sentilan keras buat saya pribadi. Iya, sebagai anggota tim di berbagai peran, sudahkah memberikan kinerja terbaik? Sudahkah memaksimalkan potensi diri untuk mendukung tujuan tercapai? Sungguh seringkali lebih mudah menilai anggota tim lain, ataupun kepemimpinan seorang leader dalam tim. Dengan dalih mengkritisi, dan terjebak untuk menghabiskan energi didalamnya tanpa dibarengi kinerja cerdas, keras dan sepenuh hati. Betapa lemahnya hai diri.. 😭😭😭

Ya ya ya, perlu banyak berbenah agar bisa menjadi bagian dari superteam. Sekecil apapun peran jika dilaksanakan dengan baik maka akan membawa dampak positif. Sebaliknya jika dikerjakan dengan seadanya jangan heran saat aura negatif menular dengan cepat. Sudah menjadi konsekuensi bukan, jika memilih yang baik pasti membutuhkan perjuangan lebih. Yakin aja neng (ngomong ke diri sendiri) "usaha takkan mengkhianati hasil".

Sekian, ujungnya curhat hehhe.

#ntms
#tentangtim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih untuk jejaknya.. ^___^